NETwork

NETWORK BISMA

(SOSIALISASI NETWORK SEKOLAH KEPADA SELURUH WARGA SMAN 2 TABANAN)

 

Oleh

Subudi Artana

I. PENDAHULUAN

Ketika penggunaan komputer merambah dunia pendidikan khususnya di sekolah-sekolah, komputerisasi pelaksanaan pendidikan pun dimulai. Umumnya sekolah menggunakan komputer untuk menangani pekerjaan operasional kantor seperti surat menyurat, pembuatan data keuangan yang umumnya menggunakan program aplikasi perkantoran (office) secara terbatas.

Dengan dimasukkanya pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai mata pelajaran wajib di sekolah menengah, tuntutan untuk mengembangkan penggunaan  komputer di sekolah tidak terelakan lagi baik dari jumlah, spesifikasi, dan sistem. Tidak terkecuali pula program aplikasi yang digunakan, tidak lagi sebatas program aplikasi perkantoran tetapi sudah diperluas sampai program aplikasi presentasi, basis data, desain, animasi bahkan pemrograman.

Seiring dengan peningkatan jumlah komputer, jenis pekerjaan yang ditangani, sebaran letak komputer   antar gedung serta tuntutan efisiensi dan kecepatan kerja, sekolah kemudian memerlukan jaringan komputer ( network ) yang menghubungkan sekelompok komputer pada lokasi yang berbeda sehingga komputer-komputer tersebut dapat saling terhubung dan berkomunikasi (bertukar data). Pertukaran data dapat berlangsung secara lokal melalui jaringan komputer lokal (Local Area Network) maupun jaringan komputer global (Interconnected Network). Yang terakhir ini lebih dikenal dengan istilah Internet.

SMA Negeri 2 Tabanan sebagai sebuah sekolah yang sedang berkembang dan akan terus dikembangkan mestilah tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta menerapkannya untuk peningkatan mutu pembelajaran dan peningkatan layanan penyediaan informasi sekolah kepada seluruh warga sekolah dan pihak eksternal yang memerlukannya.

II. SEKILAS TENTANG PERKEMBANGAN NETWORK SMAN 2 TABANAN

Sampai dengan akhir tahun 2002, penggunaan komputer di SMA Negeri 2 Tabanan baru sebatas memenuhi keperluan operasional kantor secara terbatas serta pemberian keterampilan komputer kepada siswa (yang dikemas dalam bentuk ekstra wajib komputer). Jaringan komputer (network) yang dimiliki pun masih sederhana yang berupa jaringan lokal dalam sebuah ruangan komputer. Hubungan antar komputer dalam network tersebut dikelola ( di-switch ) secara manual menggunakan piranti switching manual. Tetapi piranti yang tersedia saat itu sudah cukup memadai untuk memenuhi keperluan terhadap network saat itu.

Pada pertengahan tahun 2003 sebagai imbas program BBE (Broad Base Education), Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan menyarankan SMA Negeri 2 Tabanan untuk mengembangkan Internet yang diarahkan untuk membatu siswa menemukan sumber belajar dan sumber informasi alternatif yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Dibangunlah sebuah network baru khusus untuk internet yang terdiri dari tujuh unit komputer Pentium 4 generasi pertama. Sejak saat itu SMA Negeri 2 Tabanan resmi memiliki jaringan komputer yang terhubung dengan internet dengan memanfaatkan koneksi Telkomnet Instan.

Dengan turunnya bantuan Block Grand Laboratorium Komputer pada tahun 2004 dan Block Grand Pengembangan Jaringan Komputer, network SMA Negeri 2 Tabanan pun diperluas menjadi 28 komputer untuk pembelajaran dalam Laboratorium Komputer. Semua komputer tersebut terhubung dengan internet. Tetapi, koneksi internet Telkomnet Instan tidak mampu mengkoneksikan semua komputer secara memuaskan, sementara jasa koneksi internet lainnya relatif sangat mahal, diluar jangkauan kemampuan keuangan sekolah. Kendala ini baru teratasi kemudian pada tahun 2008 dengan diturunkaannya koneksi internet Broad Band oleh Departemen Pendidikan Nasional lewat paket Jardiknas ( Jejaring Pendidikan Nasional) yang tetap digunakan sampai sekarang.

Pada tahun berikutnya, keperluan terhadap internet di SMA Negeri 2 Tabanan makin meningkat seiring dengan perkembangan sekolah dan peningkatan status sekolah sehingga koneksi internet Jardiknas tidak mampu lagi memenuhi keperluan seluruh warga sekolah. Lewat bantuan Block Grand ICT tahun 2009 SMA Negeri 2 Tabanan mengembangan struktur network nya dengan membangun Hotspot dan beberapa Access Point sehingga sekarang warga sekolah bisa akses internet dari setiap titik dalam area sekolah serta memperkuat koneksi internet menggunakan tambahan koneksi internet Speedy Office Unlimitted, disamaping koneksi internet Jardiknas yang sudah ada.

III. STRUKTUR NETWORK SMA NEGERI 2 TABANAN

Area SMA Negeri 2 Tabanan yang cukup luas memerlukan infrastruktur wireless network yang memadai yang bisa meng-cover seluruh area sekolah dengan kekuatan sinyal yang memadai pula. Yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah keamanan akses internet untuk siswa dalam arti bahwa akses internet untuk siswa haruslah dapat diminimalkan dampak negatif internet. Hal ini sangat penting diperhatikan agar akses internet siswa dapat bermanfaat sebesar-besarnya  untuk menunjang  pembelajaran, bukan untuk hal-hal lain yang sifatnya negatif, sementara kemampuan sekolah untuk mengawasi setiap siswa dalam menggunakan internet sangat terbatas.

Dengan memperhatikan kedua hal utama di atas, struktur wireless network SMA Negeri 2 Tabanan dibangun dua lapis ( dua tingkat). Lapis (tingkat) pertama disebut (dengan istilah penulis) Network Utama dan lapis (tingkat) kedua disebut Network Area.

1. Network Utama

Network Utama ini ditandai dengan SSID (nama network) bisma(unscured network). Network ini dapat diakses dari seluruh area sekolah, tetapi hanya bisa diakses oleh guru-guru. Mengapa? Karena network ini diperuntukkan bagi guru yang mengajar di kelas-kelas jika dalam proses pembelajaran guru-guru tersebut menerapkan pembelajaran berbasis TIK dengan memanfaatkan internet. Hal ini untuk memenuhi tuntutan program RSKM atau SKM bahwa guru harus melaksanakan proses pembelajaran inovatif berbasis TIK. Setiap User dari network ini harus memiliki ID unik berupa Login dan Password. Jika Login dan Password ini digunakan oleh orang lain  maka pemiliknya tidak dapat menggunakan Login dan Password tersebut.

Network Utama menggunakan piranti wireless network berupa hotspot Mikrotik yang terpasang pada tower utama. Pemilihan Hotspot mikrotik diharapkan dapat mengantisipasi perkembangan teknologi wireless beberapa tahun kedepan. Mikrotik ini dapat diakses oleh guru-guru secara wireless menggunakan notebook/laptop. Siswa tidak diijinkan mengakses network ini karena mempertimbangkan dua hal utama di atas. Harap maklum !

Struktur network utama seperti gambar berikut.

Jika mengakses network ini, pada network list akan tampak seperti gambar berikut.

Jika seseorang mencoba menggunakan network ini untuk akses internet akan dimintai Login dan Password.

2. Network Area

Agar siswa dapat mengakses internet, di sekolah disediakan area internet siswa. Area ini dibangun menggunakan hotspot kecil (lokal dengan jangkauan terbatas) merk LinkSys. Struktur networknya seperti gambar berikut.

Area internet siswa yang sudah siap digunakan adalah area di perpustakaan. SSID (nama network) di ruang perpustaakan adalah perpusbisma. Jika siswa menyalakan laptop di perpustaan, pada Network List akan muncul SSID di atas yang ditandai dengan sinyal wireless berkekuatan penuh. Dengan menekan perintah connect untuk network ini, pengguna akan diminta memasukkan password. Passwordnya adalah bismatbn. Password ini hanya perlu di-entry sekali saja. Meskipun setelah dimasukkan password tersebut laptop dimatikan, ketika laptop dinyalakan lagi dan connect ke SSID perpusbisma laptop sudah otomatis terhubung ke internet tanpa meminta password lagi. Network Area lain adalah network area di ruang guru dengan SSID gurubisma. Password untuk area ini sama dengan di atas yaitu bismatbn.

Sejak tanggal 7 Oktober 2010, telah dibuka lagi area internet lokal baru yang menutupi area blank di lab Fisika dan lab Kimia serta area di depan lab tersebut. SSID untuk area ini adalah labfisbisma dengan password yang sama dengan area lainnya yaitu bismatbn.

Karena area lokal, jangkauan sinyalnya pun terbatas yaitu hanya dapat diakses di sekitar ruangan atau area itu saja. Di luar ruangan atau area tersebut sinyal akan sangan lemah sehingga kemungkinan untuk dapat diakses sangat kecil. Kedepan akan dibagun lagi beberapa area internet baru untuk siswa sehingga secara bertahap keperluan siswa terhadap akses internet dapat terpenuhi secara bertahap pula dan disertai pengawasan yang optimal.

IV PENUTUP

Dengan telah dibangunnya Network Bisma seperti yang dipaparkan di atas, penulis berharap seluruh warga SMA Negeri 2 Tabanan dapat memelihara dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal serta  penuh rasa tanggungjawab untuk keperluan pembelajaran sehingga tujuan awal dibangunnya fasilitas ini dapat terwujud. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, tentu network ini juga harus dikembangkan mengikuti dinamika teknologi. Hal ini menuntut kita semua untuk terus belajar dan berlatih, Mudah-mudahan kita semua bisa menyikapi hal ini dengan bijak.

Tulisan ini tidak disiapkan sebagai sebuah tutorial, karena itu jika ada masalah dan pertanyaan mengenai Network Bisma kita ini, silahkan menghubungi penulis. Mudah-mudahan semua masalah dapat kita diskusikan dan dicarikan solusinya. Semoga Tuhan selalu bersama kita !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: